Lompat ke konten utama
Kesehatan Fisik

Kenapa Masih Merasa Lemas Meski Sudah Sahur?

03/2025
Kenapa badan terasa lemas

Sebagaimana kita tahu bahwa sahur adalah waktu penting untuk mengisi energi sebelum menjalani puasa seharian. Namun, banyak orang tetap merasa lemas, mengantuk, atau kurang bertenaga meskipun sudah makan sahur. Apa penyebabnya?

Secara ilmiah, kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti ketidakseimbangan nutrisi, dehidrasi, kurang tidur, lonjakan gula darah, atau metabolisme tubuh yang melambat.

Nah, mari kita bahas secara detail penyebab utama kelelahan setelah sahur serta cara mengatasinya agar tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.


1. Pemilihan Makanan yang Tidak Seimbang

Nutrisi yang dikonsumsi saat sahur berperan besar dalam menentukan tingkat energi selama puasa. Jika pola makan kurang tepat, tubuh akan mengalami penurunan energi lebih cepat.


Kurangnya Karbohidrat Kompleks

Karbohidrat adalah sumber energi utama tubuh. Namun, tidak semua karbohidrat memiliki efek yang sama terhadap energi:

  • Karbohidrat sederhana (misalnya gula, roti putih, kue manis) cepat dicerna dan diserap tubuh, menyebabkan lonjakan gula darah yang singkat. Akibatnya, energi meningkat cepat tetapi juga turun drastis, membuat tubuh cepat lemas.
  • Karbohidrat kompleks (seperti oatmeal, nasi merah, roti gandum) dicerna lebih lambat, sehingga energi dilepaskan secara bertahap dan bertahan lebih lama.


Kekurangan Protein

Protein membantu memperlambat pencernaan karbohidrat, menjaga rasa kenyang lebih lama, dan berperan dalam perbaikan serta pemeliharaan otot. Kekurangan protein dalam sahur bisa menyebabkan tubuh lebih cepat lelah. Sumber protein yang baik untuk sahur antara lain:

  • Telur
  • Daging tanpa lemak
  • Ikan
  • Tahu dan tempe
  • Greek yogurt

Baca Juga: Pilihan Makanan Ideal Untuk Diet Sehat


Lemak Sehat yang Kurang

Lemak sehat membantu menjaga energi lebih lama karena dicerna lebih lambat dibanding karbohidrat. Pilihan terbaik adalah:

  • Alpukat
  • Kacang-kacangan
  • Minyak zaitun
  • Ikan berlemak (salmon, tuna)


Kurangnya Asupan Serat

Serat membantu memperlambat penyerapan karbohidrat dan menjaga sistem pencernaan tetap lancar. Sayuran hijau, buah-buahan, dan biji-bijian adalah sumber serat yang baik untuk dikonsumsi saat sahur.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Makanan Sahur Agar Kuat Puasa dan Semangat!


Dehidrasi atau Kurang Minum Air

Tubuh manusia terdiri dari sekitar 60% air, dan dehidrasi ringan sekalipun dapat menyebabkan kelelahan, pusing, serta kesulitan berkonsentrasi.

Faktor penyebab dehidrasi saat sahur:

  • Kurang minum air sebelum puasa
  • Konsumsi minuman berkafein (kopi, teh) yang bersifat diuretik, meningkatkan pengeluaran cairan
  • Kurangnya konsumsi makanan tinggi air seperti buah dan sayur

Solusi:

  • Minum 2-3 gelas air saat sahur dan perbanyak cairan di malam hari sebelum tidur.
  • Konsumsi buah dengan kadar air tinggi seperti semangka, timun, dan jeruk.
  • Hindari minuman bersoda dan berkafein yang dapat meningkatkan risiko dehidrasi.

Baca Juga: 7 Manfaat Minum Kopi Tanpa Gula bagi Kesehatan


Kurang Tidur atau Tidur Tidak Berkualitas

Kurang tidur mengurangi produksi ATP (adenosin trifosfat), yang merupakan sumber energi utama tubuh. Jika tidur terganggu, tubuh tidak memiliki waktu yang cukup untuk memulihkan energi.

Faktor penyebab kurang tidur saat puasa:

  • Tidur larut malam dan bangun untuk sahur tanpa cukup waktu istirahat
  • Gangguan ritme sirkadian akibat perubahan pola makan dan tidur
  • Konsumsi makanan berat atau pedas sebelum tidur, yang bisa mengganggu kualitas tidur

Solusi:

  • Tidur lebih awal agar mendapatkan minimal 6-7 jam tidur berkualitas.
  • Hindari penggunaan gadget sebelum tidur karena cahaya biru dari layar dapat mengganggu produksi hormon melatonin.
  • Jika memungkinkan, lakukan power nap (tidur siang singkat) selama 15-30 menit untuk mengembalikan energi dan mood.

Baca Juga: Trik Cepat Tidur Malam untuk Anda yang Sering Sulit Tidur


Lonjakan Gula Darah yang Tidak Stabil

Jika makanan sahur mengandung terlalu banyak gula atau karbohidrat sederhana, tubuh akan mengalami lonjakan gula darah yang drastis. Akibatnya, kadar insulin meningkat untuk menstabilkan gula darah, menyebabkan kelelahan dan rasa lemas beberapa jam setelah sahur.

Solusi:

  • Kurangi konsumsi makanan manis saat sahur.
  • Pilih makanan dengan indeks glikemik rendah seperti nasi merah, sayuran hijau, dan protein tinggi.
  • Kombinasikan karbohidrat dengan protein dan serat untuk menjaga stabilitas gula darah.

Baca Juga: Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Sugar Rush


Kurangnya Aktivitas Fisik

Saat merasa lemas, banyak orang memilih untuk diam dan tidak bergerak. Padahal, kurangnya aktivitas fisik dapat memperburuk rasa lelah karena:

  • Mengurangi sirkulasi darah ke otak dan otot
  • Memperlambat metabolisme tubuh
  • Menurunkan kadar oksigen yang masuk ke sel tubuh

Solusi:

  • Lakukan peregangan ringan setelah sahur.
  • Jika memungkinkan, lakukan olahraga ringan seperti yoga di pagi hari agar tubuh tetap segar.


Metabolisme Tubuh yang Melambat

Selama berpuasa, tubuh menyesuaikan diri dengan perubahan pola makan. Jika tidak mendapatkan nutrisi yang tepat atau aktivitas fisik yang cukup, metabolisme bisa melambat, menyebabkan tubuh cepat lelah.

Solusi:

  • Konsumsi makanan kaya serat seperti sayuran dan buah untuk menjaga metabolisme tetap aktif.
  • Jangan melewatkan sahur, karena dapat memperlambat pembakaran energi dan membuat tubuh lebih cepat lemas.
  • Minum cukup air untuk mendukung metabolisme tubuh.

Baca Juga: 5 Cara Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa yang Mudah dan Ampuh!

Merasa lemas setelah sahur bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan nutrisi, dehidrasi, kurang tidur, lonjakan gula darah, kurangnya aktivitas fisik, dan metabolisme tubuh yang melambat.

Untuk menghindari rasa lelah, pastikan sahur dengan makanan bergizi yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, dan serat, minum cukup air, serta menjaga kualitas tidur. Selain itu, melakukan aktivitas fisik ringan setelah sahur dapat membantu meningkatkan energi dan menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.

Menjaga kesehatan saat puasa juga perlu didukung dengan perlindungan asuransi yang tepat. Dengan asuransi kesehatan dari Chubb Life Indonesia, Anda bisa lebih tenang menjalani puasa tanpa khawatir akan biaya pengobatan jika mengalami gangguan kesehatan. Pastikan Anda memiliki perlindungan yang sesuai agar tetap sehat dan bugar selama bulan puasa!

Referensi:

  • NHS. Diakses pada 2025. Self-help tips to fight tiredness

  • Healthline. Diakses pada 2025. Why Am I So Tired? 12 Reasons (Plus Solutions)

  • Medical News Today. Diakses pada 2025. What causes low energy in men?

 

 

related product