Lompat ke konten utama
Kesehatan Finansial

Ini 5 Alasan Mengapa Milenial Perlu Punya Asuransi

03/2023
lady sitting by the bar

Tidak ada seorangpun yang mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan. Namun, setiap orang pasti memiliki risiko jatuh sakit dan sudah pasti akan tutup usia. Kita hanya tidak tahu kapan waktu itu akan tiba.

Mengingat fakta bahwa setiap orang memiliki risiko sakit dan akan wafat, maka salah satu hal yang bisa Anda persiapkan ialah meminimalisir dampak ekonomi jika kedua risiko terjadi. Selagi muda, ini waktu yang tepat bagi Anda kaum milenial untuk mengetahui apa artinya asuransi bagi hidup Anda dan mengapa Anda perlu memilikinya.

 

1. Asuransi membantu Anda mengatur keuangan dan mengelola risiko

Generasi milenial dikenal sebagai generasi yang rajin, pekerja keras, berprestasi dalam dunia kerja, dan suka jalan-jalan. Di sisi lain, generasi ini dikenal kurang pandai mengelola dan merencanakan keuangan. Padahal, merencanakan keuangan sangat penting agar kaum milenial tetap bisa menikmati hidup di masa mendatang. Salah satu pos keuangan yang perlu dikelola ialah mengenai biaya pengobatan akibat sakit atau pengganti penghasilan bagi keluarga jika Anda tutup usia.

Nah, asuransi membantu Anda meminimalisir biaya yang besar akibat terjadi risiko sakit dan wafat dengan cara memindahkan risiko tersebut ke perusahaan asuransi. Coba Anda bayangkan, jika Anda tidak memiliki asuransi kesehatan, maka ketika Anda jatuh sakit, maka Anda harus mengeluarkan kocek pribadi untuk menutup biaya pengobatan di rumah sakit. Hal ini tidak akan terjadi jika Anda memiliki asuransi kesehatan. Sebab, perusahaan asuransi akan memberikan manfaat berupa penggantian biaya yang timbul ketika Anda jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit.

Begitu pula halnya dengan cara kerja asuransi jiwa yang memberikan santunan berupa uang pertanggungan (UP) jika tertanggung tutup usia. UP ini bisa digunakan untuk keluarga yang ditinggalkan sebagai pengganti penghasilan, warisan, uang kuliah, dan tujuan keuangan lainnya.

 

2. Asuransi membantu Anda mewujudkan impian di masa depan

Sebagai anak muda, Anda tentu punya banyak rencana di depan, misalnya menikah, memiliki rumah, punya anak, buka usaha, atau liburan bersama keluarga. Semua tujuan ini hanya akan terwujud jika Anda menyiapkan dana untuk mencapainya. Ada beberapa cara yang bisa Anda tempuh dalam menyiapkan dana, bisa dengan menabung, bisa juga dengan berasuransi.

Bayangkan, jika Anda tidak punya asuransi lalu jatuh sakit, maka ada risiko Anda akan memakai dana tabungan tersebut untuk menutup biaya pengobatan. Berbeda ceritanya jika Anda melindungi diri dengan asuransi kesehatan, maka perusahaan asuransi akan mengganti biaya pengobatan sehingga tabungan Anda tetap utuh. Alhasil, Anda tetap berkesempatan untuk mewujudkan impian-impian di masa depan.

 

3. Peluang memiliki asuransi di usia muda jauh lebih besar

Asuransi memiliki cara kerja seperti payung, di mana akan bermanfaat jika disiapkan sebelum hujan turun. Begitu pula halnya dengan asuransi yang hanya bermanfaat jika risiko belum terjadi, dalam hal ini ialah ketika Anda masih muda dan sehat walafiat. Semakin bertambahnya usia, risiko sakit dan tutup usia semakin tinggi. Ini membuat perusahaan asuransi semakin memberlakukan seleksi ketat bagi calon nasabah berusia 40 tahun ke atas. Biasanya, seleksi ini dilakukan melalui medical check-up.

Sebaliknya, jika Anda mengajukan proposal asuransi di usia sekitar 20 tahunan atau 30 tahunan, akan semakin besar peluang Anda diterima oleh perusahaan asuransi. Sebab di usia ini umumnya seseorang masih sehat walafiat.

 

4. Memiliki asuransi di usia muda menghemat premi

Tak hanya itu. Memiliki asuransi di usia muda pun akan membuat biaya premi yang perlu Anda bayar lebih murah. Ini karena risiko Anda jatuh sakit atau tutup usia ketika masih muda dianggap masih kecil. Berbeda halnya jika Anda ingin mengikuti asuransi saat berusia 40 tahunan atau 50 tahunan, perusahaan asuransi akan mengenakan premi yang lebih besar karena risiko sakit dan tutup usia di rentang usia ini lebih besar.

Ambil contoh, Benny yang berusia 45 tahun, dikenakan premi Rp500.000 per bulan untuk memperoleh asuransi jiwa murni dengan UP Rp1,5 miliar. Sementara dengan UP yang sama, Donny yang berusia 25 tahun hanya perlu membayar premi Rp250.000 per bulan.

 

5. Asuransi memberikan Anda banyak manfaat

Meski fungsi dasar asuransi ialah menyediakan proteksi jika Anda terkena risiko, namun dewasa ini ada banyak manfaat yang bisa Anda peroleh dari beragam asuransi yang ada di pasar. Contoh, saat ini Anda juga bisa menemukan asuransi sekaligus investasi, atau yang dikenal dengan nama unit link. Selain menyediakan proteksi, unit link juga menyediakan nilai tunai yang berasal dari pengembangan sebagian premi Anda di instrumen investasi. Nilai tunai ini suatu saat bisa Anda tarik untuk memenuhi tujuan keuangan seperti biaya nikah, down payment mobil, atau pelesir. Umumnya, premi asuransi unit link lebih besar daripada premi asuransi murni.

Manfaat lain juga bisa Anda dapatkan dari rider atau asuransi tambahan yang ditawarkan oleh asuransi kesehatan atau asuransi jiwa. Rider yang biasa ditawarkan misalnya asuransi penyakit kritis, santunan risiko cacat tetap, atau opsi pengembalian premi jika tidak ada klaim selama periode tertentu.

Asuransi penyakit kritis umumnya menyediakan santunan jika tertanggung didiagnosa terkena penyakit kritis seperti jantung, stroke, diabetes, kanker, dan sebagainya. Sementara rider berupa pengembalian premi memungkinkan Anda memperoleh kembali uang yang Anda setor jika tidak terjadi risiko dalam periode tertentu. Jadi, uang Anda tidak akan lenyap.

Ternyata, banyak sekali bukan manfaat yang bisa Anda dapatkan jika memiliki asuransi? Selagi muda, mari lindungi diri Anda dengan asuransi dan rencanakan masa depan yang Anda impikan.